Showing posts with label Gelatik. Show all posts
Showing posts with label Gelatik. Show all posts

Kemampuan Hipnotis Burung Gelatik Wingko Pada Pemiliknya

Berawal dari kicauannya, burung gelatik wingko mampu menciptakan Hipnotis dan mampu membuat suasana alami serasa di alam bebas di dalam rumah kita. Kicauan dengan lagu yang sangat natural mampu menghipnotis bagi pendengarnya untuk ikut terhanyut dalam alunan lagu yang dikeluarkan oleh gelatik wingko di rumah kita. Selain kicauannya, burung ini juga sangat menarik perhatian para penggemar karena

kemampuan bertarung dan warna bulunya yang sangat menarik. Banyak penggemar burung berkicau memelihara burung ini karena ingin menikmati suara, bentuk, dan warna bulunya sehinggabanyak orang menyebut burung gelatik wingko ini sebagai burung hias.

Peran dalam Dunia Burung Berkicau

Andalan Kontes

Keistimewaan yang dimilki oleh burung gelatik wingko menjadikan burung ini menempati kelas tersendiri dari dunia burung berkicau di Indonesia. Karena kicauan dan gaya tarungnya yang sangat menarik, burung ini menjadi andalan di suatu kontes burung berkicau. Sehingga di suatu tempat banyak penggemar burung berkicau melombakan burung gelatik wingko. Peserta lomba burung gelatik wingko pun berasal dari berbagai daerah dan berbagai lapisan masyarakat.

 Master burung berkicau

Bagi seorang yang sangat tertarik dalam dunia burung berkicau, burung gelatik wingko digunakan sebagai master pengisi suara burung kicau lainnya. Burung yang biasa dimaster dengan menggunakan burung gelatik wingko antara lain jenis kacer, anis, cucak hijau, murai batu, kenari, cendet, love bird, dan lain sebagainnnya.

Burung yang mempunyai ritme kicauan seperti burung gelatik wingko mempunyai kemampuan untuk menirukan suara gelatik wingko dengan baik. Selain itu juga dipengaruhi oleh beberapa hal lain diantaranya kesesuaian antara karakter suara burung yang dimaster dengan suara burung masternya, teknik atau cara pemasterannya, lama pemasteran, dan kondisi fisik dan mental burung saat dimaster.

Stelan untuk burung berkicau

Gelatik wingko jika dipasangkan sebagai pasangan kicau atau stelan, maka kedua burung yang dipasangkan tersebut mampu berkolaborasi. Kolaborasi kicauannya pun sangat menarik, saling mengisi satu sama lain. Biasanya burung gelatik wingko dipasangkan dengan burung kenari atau burung kacer.

Bahkan dalam suatu kontes burung berkicau yang menampilkan burung kacer poci, burung itu di-charge dengan burung gelatik wingko. Hasilnya, mental bertarungnya pun jadi makin baik sesaat setelah di-charge dengan burung gelatik wingko dan akhirnya burung tersebut dapat nomor nominasi. 

Cara Memilih Bahan/Bakalan Gelatik Wingko Kualitas Kontes

Berikut cara memilih bahan atau bakalan burung gelatik wingko kwalitas kontes.Semua burung yang akan di beli di pasar burung tentunya sangat membingungkan kita pada saat menyeleksinya. Memilih bahan (bakalan) burung gelatik wingko yang masih muda tentunya perlu memperhatikan beberapa hal agar dalam mendapatkan burung gelatik yang masih bakalan (bahan) mempunyai mental dan daya kicau yang baik. Beberapa hal tersebut antara lain:

Jenis Kelamin 

Umumnya, semua burung berkicau yang mempunyai kemampuan dalam membawakan lagu kicauan yang bagus adalah berjenis kelamin jantan. Di pasar burung, burung gelatik wingko dijual dalam satu koloni atau dikenal dengan istilah ombyokan (Jawa).

Ada beberapa tips dalam memilih burung gelatik wingko yang berjenis kelamin jantan, yaitu dengan melihat garis hitam yang terdapat dari bawah paruh, dada sampai perut yang tidak terputus. Suara cerecet yang dikeluarkannya pun lebih sering keluar dari paruh burung gelatik jantan.

Sedangkan burung gelatik betina garis hitam yang terdapat di bawah paruh terputus hanya sampai di bawah dada saja. Selain dengan harus mengamati hal tersebut di atas, mempercayakan kepada penjual burung bahan (bakalan) gelatik wingko yang sudah kita percaya juga dapat kita jadikan sebagai pedoman. Pedagang menjual barang dagangannya dengan memberikan garansi pedagang yang mempunyai sifat jujur.

Postur Tubuh

Burung gelatik bakalan yang baik dapat dilihat dari segi postur tubuhnya yang proporsional. Paruhnya tidak terlalu tebal atau tipis, simetris dan tidak cacat. Paruhnya selalu mengeluarkan kicau dengan bunyi cerecet dengan intensitas tinggi. Sayap yang bagus adalah rapat menempel pada tubuh di atas ekor, tidak menggantung sebelah atau keduanya dan tidak cacat.

Bulunya dengan warna mengkilap tidak kusam dan tidak ada kotoran yang menempel pada bulu. Bulu yang kusam menandakan bahwa burung tersebut kurang sehat. Bentuk kepala yang agak kotak juga mempengaruhi performa yang dimiliki.

Bulu kepala yang jambul (jegrak = Jawa) juga bisa diprediksikan kalau burung tersebut mempunyai mental yang bagus dan rajin berkicau. Selain itu, kuku dan kaki juga menjadi nilai tersendiri jika burung tersebut mempunyai jumlah kuku dan jari yang lengkap dan tidak cacat. 

Tips Mengetahui Kesehatan Burung Gelatik

Burung gelatik wingko bahan yang dijual dipasar burung belum tentu mempunyai tingkat kesehatan yang tinggi. Biasanya oleh para pedagang antara burung yang sehat dan kurang sehat dicampur sehingga kita mengalami kesulitan dalam melakukan pengamatan terhadap burung yang akan kita beli.

Tindakan yang sebaiknya kita ambil yaitu meminta sangkar untuk tempat burung yang telah kita seleksi, kemudian burung yang telah diseleksi tersebut diseleksi lagi untuk kita beli. Proses seleksi dapat kita lihat pada kotoran atau feses yang dikeluarkan oleh burung tersebut. Jika burung tersebut mengeluarkan feses yang kering dengan cairan sedikit, maka burung tersebut sehat dan sebaliknya jika terdapat kotoran yang sangat cair dan berwarna hijau menempel dibawah saluran pengeluaran atau kloaka maka sebaliknya jangan dipilih karena burung tersebut sedang sakit.

Burung yang sehat adalah burung yang memperlihatkan beberapa tingkah laku seperti di alam liar yaitu sebagai burung yang mempunyai gerak yang sangat lincah. Senang memanjat dan bergelantungan di sebuah pohon seperti pohon sejenis petai untuk mencari ulat sebagai pakan alami di alam.

Mematuk-matuk pakan baik berupa pakan alami yang diberikan atau voer merupakan harapan bahwa burung tersebut akan dapat melangsungkan kehidupannya. Belum tentu burung yang baru saja ditangkap dari alam liar akan mau mengkonsumsi pakan yang kita sediakan. Jika seorang pedagang mengatakan bahwa burung yang mereka jual sudah mau makan voer, sebaliknya kita perhatikan dengan seksama apakah burung tersebut sudah benar-benar mau makan voer atau belum mau makan voer.

Kita tidak usah tergesa-gesa dalam memilihnya. Buktikan pernyataan dari pedagang tadi, apakah benar burung tersebut sudah mematuk voer atau belum. Sebaiknya kita juga memperhatikan kotoran yang dikeluarkan oleh burung yang masih bahan tersebut. Jika warnanya sudah seperti voer, itu menandakan bahwa burung tersebut sudah mau makan voer.

Sedikit tips jika kita memperoleh burung gelatik eingko yang masih bahan dan baru saja menangkapnya dari alam bebas agar burung tersebut mau mengkonsumsi pakan yang kita sediakan adalah sebagai berikut:
  • Menyediakan pakan yang bergerak, ini berarti kita memberikan pakan yang berupa makhluk hidup yang masih hidup dan bisa bergerak antara lain ulat dan jangkrik.
  • Menutup sangkar dengan kerodong, agar suasana dalam sangkar menjadi kondusif dan burung tidak merasa terganggu akibat lalu lalang orang yang lewat di dekat sangkar.
  • Mencampurkan dengan burung sejenis yang telah mau makan pakan yang disediakan.
  • Pakan disediakan secara kontinu dan jangan sampai kehabisan.

Ciri burung Gelatik Sehat Dan Harga Anakan Gelatik Terbaru

Ciri burung sehat selanjutnya adalah jika burung tersebut mau mandi pada tempatnya yang sudah disediakan, tetapi biasanya mereka mandi di tempat air minum. Setelah mandi burung-burung tersebut menyisir bulunya (didis = jawa) dan memperlebar tubunhnya untuk menjemur tubuhnya yang masih basah. Karakteristik burung yang demikian merupakan burung yang mempunyai daya adaptasi yang cepat terhadap lingkungannya barunya, dan tentunya bermental bagus.

Merupakan faktor penentu apakah kita bisa memiliki burung gelatik wingko yang masih bakalan yang kita inginkan atau tidak. Tentunya,  harga yang kita inginnkan masih terjangkau oleh kondisi keuangan kita, namun disini perlu kita perhatikan belum tentu jika ada bahan burung gelatik wingko dengan harga murah (dibawah standar harga pasar) akan kita bayar.
Anakan gelatik sehar dan harga burung gelatik

Kita perlu waspada , sebab burung tersebut jika dijual murah pasti nilai jualnya rendah. Kemungkinan hal yang terjadi adalah bahwa burung tersebut berjenis kelamin betina atau menderita sakit dan cacat tubuh lainnya.

Sebaliknya kita membeli dipedagang yang kita kenal sbelumnya , dan bahkan banyak pedagang yang memberikan garansi jika jenis kelamin burung tersebut jantan. Standar harga untuk bakalan burung gelatik winko pada bulan Desember 2012 adalah Rp40.00 s.d Rp50.000.


Jika kita masih ragu-ragu akan keberhasilan hidupnya membeli burung gelatik winko yang masih bahan, ada baiknya jika kita membeli burung gelatik yang sudah mau makan pakan voer dengan lancar walaupun harus menambah jumlah anggaran yang kita keluarkan.

Harga burung gelatik winko yang telah mau makan voer umumnya dipasar adalah Rp50.000-Rp75.000 bahkan sampai Rp100.000. Namun pada setiap daerah berbeda beda dengan harga mengingat akan ramainya penggemar burung gelatik wingko ini.

Cara Supaya Anakan Gelatik Biar Cepat Berbunyi/Ngoceh

Burung gelatik wingko yang masih berstatus bahan (bakalan/Anakan) pun juga sudah mengeluarkan bunyi/ngoceh. Burung gelatik wingko anakan mempunyai daya adaptasi yang tinggi, jadi walaupun masih berstatus bahan burung ini biasanya sudah berkicau. Burung gelatik wingko yang masih berstatus bahan jika rajin berkicau, sebaiknya cepat-cepat kita pilih. Ini menandakan bahwa burung tersebut receh (rajin berkicau) dan mempunyai mental yang baik.

Tidak terlalu liar atau jinak merupakan kunci kemampuan adaptasi yang begitu cepat terhadap lingkungan barunya. Burung gelatik wingko yang bagus sebagai burung peliharaan jika mempunyai sifat tidak terlalu liar. Burung yang jinak adalah burung sudah mapan dengan lingkungan dan tidak merasa tercekam jika ada kebisingan dari luar sangkar.
Gelatik gacor

Burung yang terlalu liar ketika disangkar merasa tidak senang dengan keadaan sekitar sehingga menabrak-nabrak ruji sangkar sehingga membuat bulu ekor, sayap dan paruhnya akan rusak bahkan akan menyebabkan luka sehingga burung menjadi stres dan sulit untuk sembuh.

Burung gelatik wingko yang jinak ditandai dengan berbagai penampakan morfologis yaitu bulu yang halus, warna tajam mengkilap dan bulu paruh yang utuh. Kita tidak perlu khawatir jika mendapatkan burung gelatik wingko bahan yang masih liar, karena ada beberapa tips untuk menjinakkan burung yang terlalu liar yaitu menyemprotkan dengan air setiap paginya dan membiasakan memberikan pakan Extra Fooding baik berupa jangkrik atau ulat dengan tangan.

Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai burung tersebut ketika kita dekati tidak terlalu ketakutan dan menabrak-nabrak ruji sangkar. Disarankan dalam menyemprot burung tidak terlalu basah kuyup. Ini bisa menyebabkan burung tersebut akan kedinginan dan yang dikhawatirkan burung tersebut tidak mau menyisir bulunya (didis=Jawa) sehingga bulu yang basah kuyup tadi tidak cepat kering dan menyebabkan burung menjadi sakit. Selain itu bisa menggunakan cara lain yaitu meletakkan sangkar burung agak tinggi di tempat lalu lalang manusia.

Perlakuan ini dilakukan selama seminggu, kemudian diletakkan agak rendah sedikit secara bertahap diturunkan sampai gantungan yang ideal. Selanjutnya teraphy lapar yaitu mengkondisikan burung dalam keadaan lapar tetapi tetap dikontrol. Hindari meletakkan makanan pada cepuk wadah pakan burung pada sore hari menjelang tidur sehinga keesokan harinya burung akan merasa lapar dan timbul rasa ketergantungan burung pada pemelihara.

Pada pagi hari berikan seekor jangkrik yang kita tusuk dengan lidi, lihat reaksi burung jika belum mau menyambar jangkrik ulangi lagi satu jam kemudian. Jika sampai jam 10 belum mau menyambar jangkrik maka berikan jangkrik ke cepuk wadah pakan 2 ekor, sore 1 ekor agar tidak terjadi hal yang fatal.

Ulangi lagi pada hari berikutnya, apabila burung sudah mau menyambar jangkrik pada lidi coba ganti cara pemberian dengan tangan. Jika sudah mau menyambar jangkrik dengan tangan berarti sudah dalam keadaan jinak. Ulangi kegiatan tersebut sampai burung benar-benar dalam keadaan jinak.

Perawatan Harian Burung Gelatik Wingko Kualitas Unggul

Jenis burung gelatik Wingko ini merupakan burung yang tergolong mudah perawatannya. Asalkan selalu tersedia jenis pakan voer dan EF yang baik, burung ini selalu berkicau. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan perawatan burung gelatik wingko antara lain meliputi hal pakan, sangkar, dan perawatan harian.

Pakan
Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan dalam melangsungkan kehidupannya. Pakan burung gelatik wingko yang kita pelihara berupa pakan alami dan pakan buatan yang berupa voer. Namun alangkah baiknya jika burung tersebut kita rawat sesuai dengan jadwal yang telah kita buat agar kemapanan segera terjadi pada pemeliharaan burung gelatik wingko.

Pakan Alami
Alam menyediakan berbagai jenis bahan pangan yang bisa dikonsumsi makhluk hidup, salah satunya burung gelatik wingko. Burung ini di alam mengkonsumsi pakan sejenis serangga, ulat, telur semut, dan kacang tanah. Serangga tersebut berupa jangkrik, belalang, dan sejenisnya.

Jangkrik oleh manusia dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan pakan burung berkicau, pakan ikan, dan pakan berbagai jenis hewan peliharaan lainnya. Sehingga banyak orang yang membudidayakan jangkrik dengan tujuan sebagai penunjang kebutuhan ekonomi keluarganya.

Mereka yang membudidayakan jangkrik menjualnya di pasar-pasar hewan terutama pasar burung dan di beberapa poultry shop. Jadi dengan mereka menjual jangkrik di tempat itu, para penggemar burung berkicau akan lebih mudah mendapatkan jangkrik sebagai extra fooding bagi peliharaannya. Jangkrik berfungsi untuk meningkatkan power suara burung dan meningkatkan birahi. Dalam pemberian jangkrik ke burung hilangkan kepala, sayap dan kaki jangkrik terlebih dahulu.

Jangkrik juga dipercaya mengandung protein tinggi, asam amino (sistein untuk antioksidan), asam lemak (omega 3 dan omega 6), dan hormon (progesteron, estrogen, testoteron). Maka jika pemberian jangkrik yang berlebihan akan dapat meningkatkan birahi pada burung peliharaan kita, karena di dalamnya mengandung suatu hormon yang dapat meningkatkan fungsi alat reproduksi yang menyebabkan burung menjadi over birahi jika mengkonsumsi jangkrik yang berlebihan.

Ulat juga merupakan extra fooding bagi burung berkicau. Ulat yang biasa dipakai sebagai extra fooding yaitu jenis ulat hongkong, ulat kandang, dan ulat bumbung. Ulat hongkong juga bisa dibudidayakan, hampir sama dengan jangkrik. Pemberian ulat hongkong sebaiknya dikontrol jumlahnya. Ulat hongkong bersifat panas, maka pemberiannya perlu dikontrol yaitu memberikan ulat hongkong kepada burung dengan jumlah yang tepat, tidak terlalu banyak, dan memberikan ulat hongkong yang sedang ganti kulit sehingga ulat tersebut berwarna putih.

Jenis Ulat Kandang Yang Sangat Baik Untuk Pakan Burung Berkicau

Ulat kandang didapatkan dari beberapa kandang ayam terutama pada tempat kotoran yang kering atau lantai kandang. Misalkan pada suatu peternakan ayam dengan tipe kandang panggung, di sana terdapat tempat pembuangan kotoran tepat di bawah kandang tersebut.

Di tempat itu, banyak juga pakan ayam yang jatuh tercecer akibat dari perilaku ayam yang dipelihara yaitu mematuk-matuk tidak beraturan, pakan yang disediakan peternak. Tempat pembuangan kotoran tersebut akan berperan sebagai tempat untuk pertumbuhan ulat kandang beserta pakan yang tercecer akan menjadi media tumbuh ulat kandang.

Anak kandang dari peternakan tersebut mendapatkan ulat kandang untuk dijual dengan mengayak dengan ayakan tepung. Di situ media sebagai tempat hidup ulat tersebut telah diuraikan sehingga menjadi lembut seperti bubuk sehingga mudah untuk diayak. Harga ulat kandang saat ini Rp 60.000 per kilo.

Selanjutnya extra fooding bagi burung gelatik wingko lainnya adalah kroto atau telur semut ngangrang. Telur semut atau sering disebut sebagai kroto adalah telur yang dihasilkan oleh semut ngangrang yang membuat sarangnya di suatu pohon.

Kroto merupakan EF yang baik jika diberikan ke semua burung berkicau. Kroto ini berfungsi sebagai sumber protein hewani yang tinggi dan mampu memperlancar metabolisme tubuh. Hal ini sudah dibuktikan oleh banyak penggemar burung berkicau.

Jenis Kroto Yang Sangat Baik Untuk Pakan Burung Berkicau

Ketersediaan akan telur semut di pasar masih sangat terbatas. Populasi semut ngangrang di alam sekarang semakin menipis bahkan punah. Telur semut atau kroto dewasa ini sudah bisa dibudidayakan oleh beberapa kelompok, sehingga kebutuhan akan kroto merupakan bahan pakan yang sangat penting bagi burung dan ketersediaannya dipasar terbatas, maka harga kroto juga sangat mahal yaitu 1 kg sampai Rp 125.000.

Kroto merupakan larva semut ngangrang (Oecophylla smaragdina) yang banyak digemari oleh burung-burung pemakan serangga. Menurut jenisnya, kroto dibedakan menjadi kroto basah, kroto halus, kroto kasar, dan kroto kacang.

  • Kroto basah merupakan kroto yang paling banyak digemari oleh burung dan juga sebagai umpan pancing. Kroto jenis ini merupakan telur dan larva semut ngangrang yang masih baru yang mempunyai kandungan air tertinggi (78,72%) sehingga mudah sekali rusak. Jika tanpa pengawetan, umur kroto basah hanya dapat bertahan sehari. Kroto basah sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin dan dibungkus dulu dengan kertas agar air terserap kertas. Dalam kondisi ini kroto basah dapat bertahan hingga tiga hari. Diantara berbagai jenis kroto, kroto basah mempunyai kandungan gizi yang terbaik, terutama protein, yaitu 47,80%.
  • Kroto halus dihasilkan dari semut-semut pekerja kecil dan besar. Jenis kroto ini relatif dapat tahan selama seminggu tanpa pengawetan
  • Kroto kasar berupa induk semut ratu dan semut jantan. Jenis kroto ini juga dapat tahan seminggu.
  • Kroto kacang berupa campuran ketiga jenis kroto, yaitu kroto basah, kroto halus, dan kroto kasar, ditambah dengan jenis pakan lain, seperti kacang, jagung, padi, dedak, voer, dan beras ketan. Kroto ini dapat tahan dalam seminggu, tanpa pengawetan. Diantara jenis kroto yang lain, kroto kacang mempunyai lemak tertinggi (17,07%).

Tips Pemindahan Pakan Alami Gelatik ke Voer Dan jangkrik

Burung gelatik wingko merupakan burung yang mudah beradaptasi. Ada berbagai cara yang dilakukan oleh penggemar burung berkicau dalam mengalihkan pakan burung gelatik wingko alami ke pakan buatan yang disebut voer aatu pakan jangkrik. Cara-cara tersebut antara lain:
  • Mencampurkan kacang tanah yang sudah ditumbuk halus atau diblender dengan voer lembut. Tapi sebelumnya tumbukan kacang tanah tersebut diberikan terlebih dahulu dalam suatu wadah pakan tanpa dicampur dengan voer. Setelah burung tahu letak pakan dan mau makan pakan yang telah disediakan, maka kedua bahan pakan tersebut dicampurkan dengan komposisi lebih banyak pada jumlah tumbukan kacang tanahnya. Hal ini bertujuan agar burung tidak kaget dengan pakan baru yang diberikan. Semakin bertambah hari perawatan, maka komposisi atau campuran pakan tersebut semakin ditambah jumlah voernya sampai benar-benar burung bahan tersebut mau makan voer.
Indikasi burung yang telah mau mengkonsumsi voer adalah jika disediakan pakan voer, maka pakan tersebut habis dimakannya dan kotoran yang dibuang berwarna seperti voer. Untuk selanjutnya bisa diberikan voer secara terpisah dari bahan pakan lainnya yang berupa EF.

Pada fase ini, sebaiknya pemberian pakan berupa EF tetap disediakan sampai benar-benar burung mau mengkonsumsi pakan berupa voer sendiri. Walaupun burung sudah 100% mau mengkonsumsi voer, alangkah baiknya jika pakan EF tetap disediakan agar performa burung di dalam sangkar tetap terjaga dan berkicau seperti di alam bebas.
  • Mencampurkan kroto dengan voer. Langkah awalnya seperti diatas, namun penyajiannya berbeda. Kroto dan voer dibasahi dengan sedikit air agar bisa tercampur dengan voer. Pemberian campuran antara voer, kroto, dan air tersebut diberikan untuk satu hari saja. Untuk hari berikutnya sebaiknya mencampur lagi dengan bahan pakan yang baru, hal ini dikarenakan setelah voer tercampur dengan kroto dan air maka campuran tersebut mudah ditumbuhi jamur yang merugikan dengan indikasi awal akan muncul bau tengik dari campuran pakan tersebut.

Pola Pemberian Pakan Pada Burung Gelatik Wingko

Burung gelatik wingko bahan yang telah lancar memakan voer, maka perlu dibuatkan jadwal pemberian pakan atau sering dikenal sebagai istilah stelan. Pola yang baik untuk diterapkan dalam perawatan burung gelatik wingko bahan agar cepat beradaptasi dan mengeluarkan kicauannya seperti ketika di alam bebas. Pola yang telah dipakai adalah untuk pagi hari diberikan 2 ekor jangkrik dan pakan voer selalu ada. Saat siang hari sekitar jam 12 diberikan ulat kandang sebanyak 1 sendok.

Ulat kandang dipercaya mempunyai andil baik untuk semua jenis burung pamakan serangga jika diberikan setiap hari, bahkan efek samping dari pemberian ulat kandang hampir tidak ada. Pola ini sebaiknya diterapkan setiap hari.

Pada saat-saat tertentu burung gelatik wingko bahan (bakalan) memerlukan zat nutrisi lain seperti kroto dan kacang tanah untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Kroto tidak diberikan setiap hari walaupun kroto jika diberikan untuk burung gelatik wingko ini dapat memacu kicauannya.

Kroto mempunyai efek samping juga yaitu selalu ketergantungan dengan kroto, kroto juga dapat menyebabkan burung over birahi yang pada akhirnya burung tidak mau berkicau. Selain itu pemberian kroto yang berlebihan juga dapat menyebabkan bulu rontok (mbodol=jawa) karena pembeian kroto yang berlebihan. Kekurangan lainnya yaitu harga kroto di pasar sangat mahal.

Ulat hongkong juga bagus diberikan untuk selingan ulat kandang. Ulat hongkong yang baik untuk diberikan adalah ulat hongkong yang sedang ganti kulit dan berwarna putih. Pemberian ulat hongkong ini juga jangan terlalu banyak, karena bisa menyebabkan over heat dalam tubuh burung sehingga tidak sedikit burung yang diberi ulat hongkong terlalu banyak akan menjadi buta atau matanya rusak dan terjadi gangguan pada saluran pencernaannya.

Minum Yang Cocok Untuk Segala jenis Burung Berkicau

Semua jenis burung Berkicau memerlukan air minum untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Air yang higenis merupakan air yang terbaik diberikan untuk burung Berkicau peliharaan kita. Air minum sebainya dimasak terlebih dahulu agar terbebas dari berbagai penyakit. Mengkonsumsi air mentah akan menyebabkan penyakit antara lain burung akan diare, dan flu.

Air yang masih mentah jika diberikan dan disajikan dalam tempat air minum lama kelamaan akan muncul lumut dan akan mengganggu kesehatan. Air mineral pun juga baik jika diberikan.

Burung gelatik wingko suka mandi pada tempat minum jika air minum yang disediakan penuh. Burung gelatik mandi dengan menceburkan tubuhnya ke dalam tempat air minum dan secara otomatis kebersihan air minum sudah tidak memenuhi syarat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknnya air tersebut diambil dan mengganti air dengan air yang bersih.

Sangkar
Sangkar merupakan syarat yang harus ada dalam memlihara burung. Di pasar sangkar untuk burung gelatik wingko bervariasi dari ukuran, bentuk model, dan harganya. Idealnya ukuran sangkar untuk burung gelatik wingko tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar yaitu sekitar 30 cm x tingi 45 cm.

Untuk bentuk dan modelnya sesuai selera dan budget yang disediakan. Bahan sangkar bisa terbuat dari kayu dengan ruji bambu dan bisa juga terbuat dari anyaman ruji logam seperti jika Anda membuat sangkar lovebird.

Metode dan Syarat Memaster Burung Berkicau

Memaster burung berkicau tentulah memiliki metode atau cara yang tepat agar dalam proses pemasteran berhasil dengan baik. Saat mulai memasuki masa mabung merupakan waktu yang tepat untuk memaster, namun tidak menutup kemungkinan pada fase top form pun kita bisa memaster burung berkicau.

Syarat-syarat dalam memaster burung berkicau dengan media burung master yaitu burung yang dijadikan master merupakan burung yang sehat dan rajin berkicau, variasi kicau beragam, suara alami atau variasi, frekuensi berkicau tinggi, dan suaranya sedang atau tidak terlalu keras. 

Jika burung yang kita jadikan master mempunyai volume yang sangat keras, sebaiknya burung yang dimaster maupun yang dibuat.
Sebagai master diletakkan berjauhan, yang terpenting burung yang dimaster tersebut bisa mendengarkan kicauan burung master.

Syarat lainnya adalah antara burung pemaster dan burung yang dimaster mempunyai karakter suara yang mirip agar proses pemasteran berjalan dengan lancar. Pada saat pemasteran, burung yang dijadikan master satu jenis saja dahulu. 

Setelah burung yang kita master mampu menirukan suara burung master tersebut, kita bisa memberikan burung master lainnya. Burung yang dimaster sebaiknya dikerodong agar suasana di dalam sangkar lebih tenang dan burung yang dimaster dapat mendengarkan suara master dengan baik.

Barbagai Burung Berkicau Yang Bisa Dimaster

Terdapat bermacam-macam jenis burung yang dapat kita master dengan menggunakan burung gelatik wingko. Burung-burung itu antara lain burung kacamata atau pleci, jenis kacer (kacer poci, kacer jawa, dan anis merah), murai baru, kenari, jalak, cendhet, dan lain sebagainya.

Burung yang mempunyai koleksi kicauan dari burung lain mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi dari pada burung yang hanya mempunyai jenis kicauan yang standar.

Dalam suatu lomba atau kontes burung kicauan, burung yang telah dimaster dengan kicauan burung lainnya mempunyai nilai plus tersendiri. Juri lebih tertarik dengan  kicauan burung yang mempunyai kemampuan menirukan kicauan burung lain dari pada kicauan burung yang standar. Hal ini telah terbukti di berbagai event lomba di berbagai daerah.


Teknik ,Memaster Burung Berkicau Yang Cepat Ditirukan Burung

Agar dalam proses pemasteran burung berkicau bisa berjalan dengan optimal, maka sebaiknya kita memperhatikan waktu pemasteran. Waktu yang efektif dalam proses pemasteran adalah pada waktu burung yang dimaster sedang istirahat, siang hari di dalam rumah (sehabis mandi dan penjemuran) dan malam hari menjelang pagi (pukul 22.00-06.00).

Walaupun pemasteran sudah kita lakukan pada waktu-waktu efektif pemasteran, ada hal lain yang harus kita perhatikan, yaitu mengkondisikan burung yang akan dimaster setenang mungkin. Ini merupakan faktor penting keberhasilan di dalam proses pemasteran.

Yang harus dilakukan pada saat pemasteran berlangsung antara lain mengkerodong burung dan menjauhkan burung yang akan dimaster dengan burung sejenis atau burung lain. Fungsi dari mengkerodong burung di sini bertujuan menjadikannya agar diam dan beristirahat dengan tenang sehingga waktunya akan digunakan untuk mendengar suara-suara yang ada di sekitarnya.

Setelah kita menentukan waktu efektif burung untuk memaster burung, selanjutnya memperdengarkan suara master dengan volume kecil saja tetapi sangat jelas terdengar (tergantung dengan media pemasteran yang digunakan).

Jauhkan penempatan burung master atau sumber suara master denga burung yang akan dimaster. Suara burung master yang terlalu keras dan jarak yang terlalu dekat direkam oleh burung yang akan dimaster. Hal ini berpotensi dapat membua burung yang akan dimaster menjadi jatuh mental dan steress.

Memaster burung berkicau dapat dilakukan dengan menggunakan dua media, yaitu media burung dan media elektronik. Masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan dan bahkan bisa disebut saling melengkapi.

Memaster dengan Menggunakan media burung

Memaster dengan menggunakan media burung berkicau memang mempunyai keuntungan yang begitu nyata. Selain kita bisa menikmati kicauan burung master secara langsung, burung ini mampu membawakan nyanyian burung berbagai variasi saat burung tersebut berkicau sendiri maupun saat bertarung dengan burung yang sejenis.

Keuntungan lainnya adalah jika burung master memiliki variasi kicauan burung lain secara lengkap, maka dalam teknik memaster burung yang akan dimaster hanya butuh satu burung saja. Selanjutnya jika burung master akan dijual mempunyai maka akan laku tinggi karena kelebihan yang dimiliki burung pemaster tersebut.

Kekurangan dari memaster burung berkicau dengan menggunakan burung master adalah biaya produksi atau biaya perawatan burung menjadi bertambah. Penggunaan burung master hanya pada waktu siang hari, sedangkan pada malam hari burung pemaster istirahat secara otomatis tidak mengeluarkan kicauan. Padahal waktu pemasteran yang paling efektif adalah saat pagi hari dan malam hari.

Cara Memaster Burung Berkicau Menggunakan Media Elektronik

Memaster dengan menggunakan media elektronik seperti music box (kotak musik), tape, CD player, MP3 player dam lain-lain untuk mendidik sang burung kenari memang sederhana. Proses memaster dengan metode ini pun bermacam-macam di mana satu suara digital mampu diatur untuk mencakup semua burung yang akan dimaster di mana suara akan terdengar jelas walau tidak harus keras. Motede ini pun menuntut suara output digital yang bersih, jernih, berfrekuensi tepat dan mendekati kicauan burung aslinya.

Kelebihan memaster dengan menggunakan media elektronik antara lain saat memaster burung pada malam hari bisa dilakukan, murah, suara bisa diganti-ganti hanya dengan mengganti file master suara, dan kapan pun akan digunakan selalu bisa asalkan energi listrik yang dipakai masih ada. Suara yang dikeluarkan oleh media elektronik pun bisa diatur sedemikian rupa sehingga dalam proses pemasteran tidak mengganggu burung yang dimaster.

Kekurangannya adalah pada saat mengganti suara burung master lain perlu kita mengganti dengan kepingan CD lainnya atau dengan mengganti file harus melalui sebuah komputer atau handphone atau harus membeli CD suara burung master. Kekurangan lainnya adalah pada saat mencari file yang kita inginkan akan merasa kesulitan. Jenis suara yang dikeluarkan oleh barang elektronik tersebut adalah tidak berubah-ubah sehingga kemungkinan variasi juga kurang. Akan tetapi kita bisa melakukan proses perekaman pada burung yang mempunyai jenis kicauan yang variatif. Suara yang dikeluarkan oleh media elektronik juga belum tentu jernih seperti suara burung pada umumnya.

Cepat lambatnya burung yang dimaster untuk menirukan suara masternya sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya saja kecerdasan, tingkat kerumitan lagu, intensitas suara master yang terdengar dan dari master itu sendiri. Semakin rumit dan jarang lagu master terdengar maka akan semakin lama menirukan suara masternya, begitu pula kecerdasan dan pembawaan/karakter burung master akan mempengaruhi hasil lagu yang akan dibawakan oleh burung yang didik tersebut. Burung muda yang aktif biasanya mempunyai kemampuan menirukan suara master lebih cepat.

Tahap-Tahap Pemasteran Untuk Burung Gelatik

Tahap I
  • Proses pencucian otak (brain wash therapy sonar system). Jika Anda tidak memiliki rekaman brain wash ini maka tahap ini boleh dilewati.
  • Efek suara dari brain wash ini adalah membuat burung-burung anda menjadi tenang, mudah jinak, menghilangkan stress dan membuat burung anda berjiwa heroik.
  • Membuka respon komunikasi sensor otak pada burung, sehingga burung berkicau milik anda dapat dengan sangat mudah menerima surat isian yang akan anda isi.
  • Sebelum memaster burung-burung yang akan dimaster, perdengarkan dengan brain wash ini kepada burung yang akan dimaster selama minimum 15 menit.
Tahap II

Tahap selanjutnya adalah memilih jenis materi suara yang akan dijadikan sebagai master atau isian untuk burung yang akan dimaster. Agar burung dapat menyerap materi dengan baik, sebaiknya volume suara jangan terlalu keras dan untuk satu suara master dapat di perdengarkan selama kurang lebih 3 minggu. Jangan mendengarkan lebih dari satu suara master pada waktu yang bersamaan, ini akan membuat burung menjadi bingung dalam menyerap materi suara master.

Contoh:

3 minggu pertama  : suara burung gelatik wingko
3 minggu kedua     : suara burung ciblek
3 minggu ketiga     : suara burung prenjak
3 minggu keempat : suara burung blacktroath
dan seterusnya....

Tata Cara Penangkaran Burung Gelatik Jawa

Suatu penangkaran bisa berjalan dengan lancar dan sukses jika perpegang dengan suatu ilmu dari pada master penangkaran burung. Dalam penangkaran burung gelatk jawa meliputi suatu kegiatan yaitu mempersiapkan calon induk burung gelatik jawa, membedakan jenis kelamin, penjodohan, reproduksi, dan pemanenan.

Mempersiapkan Calon Indukan

Mempersiapkan indukan untuk sebuah penangkaran adalah langkah yang sangat penting untuk dicermati dan selalu berhati-hati dalam memilih indukan, karena hal ini merupakan salah satu faktor untuk menentukan keberhasilan dalam suatu penangkaran. Untuk memulai penangkaran, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan secara benar. Salah satunya adalah pemilihan calon induk. Agar penangkaran dapat berhasil dengan baik, maka penentuan induk sebagai sepasang induk harus juga yang benar-benar terbaik. Dalam menentukan induk tersebut pengetahuan dasar tentang jenis kelamin, tigkah laku, dan umur  burung akan sangat berperan. Mendapatkan indukan yang bagus tentunya adalah upaya dalam penangkaran agar berjalan dengan maksimal. Indukan yang baik tentunya berasal dari burung yang berkualitas baik juga.

Salah satu cara untuk mendapatkan induk yang baik adalah dengan membelinya dari penangkar yang sudah sukses. Namun harus diketahui juga bahwa faktor kesuburan, warna, dan hal lainnya yang bersifat genetis diturunkan dari induk ke anaknya sehingga dari induk yang baik akan dapat diperoleh anakan yang baik juga. Dari induk seperti ini kita sudah mendapatkan 50% keberhasilan. Sisanya tergantung bagaimana cara kita merawatnya. Berikut ini akan dijelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan agar pemilihan induk yang kita lakukan bisa tepat.

Cara mendapatkan gelatik jawa indukan untuk ditangkar memang agak sulit. Apalagi untuk jenis gelatik silver, karena gelatik silver merupakan burung hasil mutasi dari penangkaran gelatik jawa yang berada di luar negeri. Oleh karena itu, untuk mendapatkan calon kemungkinan besar adalah gelatik silver yang terbang dari sangkar atau kandangnya.

Untuk mendapatkan calon induk dapat membelinya di penangkaran dan pasar burung. Dari dua tempat ini masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangan tersendiri. Tergantung akan memilih yang mana dan siap dengan risiko yang akan diterima.

Tips Membeli Indukan Burung Gelatik Dari Pasar Burung

Mendapatkan gelatik silver di pasar burung terbilang masih relatif sukar. Jika beruntung dapat diperoleh gelatik silver yang masih berproduktif. Biasanya gelatik silver dijual sepasang karena umumnya dibeli sebagai burung hias dan akan dibiakkan lagi. Namun, adakalnya bisa dibeli seekor saja jika pembeli ingin memeliharanya untuk sekadar kesenangan. Pada dasarnya gelatik silver sendiri tergolong ke dalam burung penyanyi, sehingga dapat dilatih untuk dijadikan sebagai burung kicauan.

Calon indukan gelatik silver bisa didapatkan di pasar burung. Sebaiknya harus lebih teliti dalam memilih agar mendapatkan gelatik silver yang baik dan tidak cacat. Usahakan unutk memperoleh gelatik silver yang memiliki ring. Dari ring tersebut dapat diketahui dari mana asal induk burung gelatik silver tersebut. Selain itu, juga dapat diketahui umurnya sehingga dapat diperkirakan masa produktifitasnya. Di samping itu, untuk membeli sepasang gelatik silver di pasar burung dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah. Dengan demikian, jumlah pasangan gelatik silver yang dipersiapkan untuk penangkaran bisa lebih banyak. Dengan jumlah yang banyak peluang untuk mencapai kesuksesan dalam menangkarkan gelatik silver pun akan menjadi bertambah besar.

Selain keuntungan yang dapat diperoleh, membeli pasangan calon induk di pasar burung juga memiliki kerugian. Kualitas dari gelatik silver tersebut belum terjamin. Oleh karena, burung yang dijual ke pasar biasanya sudah merupakan hasil sortiran dari penangkran sehingga tidak produktif lagi. Dapat juga pasangan yang dijual terebut masih seusia atau bahkan masih sedarah yang berasal dari induk yang sama. Untuk mengetahuinya dapat dilihat dari ring, jika gelatik silver yang dijual tersebut memiliki ring.

Jika mendapatkan pasangan yang masih sedarah maka kemungkinan besar akan memperoleh anakan yang memiliki kualitas menurun dibandingkan dengan induknya. Bahkan, mungkin akan diperoleh anakan yang cacat. Pasangan yang usianya sama dikhawatirkan tidak terjadi perkawinan. Oleh karena, bisa jadi pejantannya takut sehingga tidak mau melakukan perkawinan. Umumnya yang paling baik, umur induk betina lebih muda sehingga pejantan tidak takut dan mau kawin. Namun, pada pasangan yang seumur dapat saja terjadi perkawinan, tetapi berpeluang telurnya tidak "isi" karena tidak terjadi pembuahan atau infertil.

Penangkaran umumnya memilah-milah burung yang dihasilkan dari tangkarannya. Yang memiliki kondisi baik, sehat, dan tidak cacat fisiknya akan dipisahkan serta dijadikan sebagai induk baru. Jika jumlahnya banyak, sebagian burung-burung tersebut baru akan dijual. Jenis yang sehat dan baik ini biasanya dapat langsung dibeli di penangkaran tersebut. Sementara sisanya (yang kurang begitu baik kondisinya atau hasil sortiran) akan dilepas ke pasaran. Jadi, dari segi kualitas, burung yang dijual di pasar umumnya lebih redah kualitasnya daripada yang langsung dijual di penangkaran.

Keuntungan Jika Membeli Indukan Gelatik Dari Penangkaran

Keuntungan jika membeli induk gelatik silver di penangkaran, umur burung dapat diketahui secara tepat (melihat ring yang terpasang). Oleh karena, umumnya burung gelatik silver dari hasil penangkaran memiliki ring yang menunjukkan kapan kelahirannya dan siapa induknya. Dari ring tersebut dapat diketahui umur gelatik silver saat akan dibeli.

Selain itu, umumnya umur gelatik silver yang ada juga tidak sama, misalnya selisih satu hingga dua bulan. Adanya rentang perbedaan usia ini disebabkan penangkaran memiliki banyak indukan. Masing-masing induk memiliki perbedaan dalam masa kawinnya sehingga anakan yang dilahirkan juga tidak sama waktunya Oleh karena itulah, sebaiknya pilihlah induk jantan yang memiliki umur lebih tua dibandingkan dengan betinanya.

Di samping itu, membeli glatik silver di penangkaran juga memberi keuntungan dalam hal membedakan jenis kelaminnya. Keyakinan bahwa burung yang diperoleh adalah sepasang gelatik silver jantan dan betina akan lebih besar dibanding membeli di pasar burung. Hal ini biasanya dijamin oleh penangkar sehingga peluang dalam menangkarkan nantinya bisa lebih berhasil. Jika beruntung dapat saja memperoleh sepasang gelatik silver yang sudah terbentuk saat mereka berada dalam kandang umbaran. Gelatik silver tersebut sudah memilih sendiri pasangannya sehingga tidak perlu dijodohkan lagi.