Tips Pemindahan Pakan Alami Gelatik ke Voer Dan jangkrik

Burung gelatik wingko merupakan burung yang mudah beradaptasi. Ada berbagai cara yang dilakukan oleh penggemar burung berkicau dalam mengalihkan pakan burung gelatik wingko alami ke pakan buatan yang disebut voer aatu pakan jangkrik. Cara-cara tersebut antara lain:
  • Mencampurkan kacang tanah yang sudah ditumbuk halus atau diblender dengan voer lembut. Tapi sebelumnya tumbukan kacang tanah tersebut diberikan terlebih dahulu dalam suatu wadah pakan tanpa dicampur dengan voer. Setelah burung tahu letak pakan dan mau makan pakan yang telah disediakan, maka kedua bahan pakan tersebut dicampurkan dengan komposisi lebih banyak pada jumlah tumbukan kacang tanahnya. Hal ini bertujuan agar burung tidak kaget dengan pakan baru yang diberikan. Semakin bertambah hari perawatan, maka komposisi atau campuran pakan tersebut semakin ditambah jumlah voernya sampai benar-benar burung bahan tersebut mau makan voer.
Indikasi burung yang telah mau mengkonsumsi voer adalah jika disediakan pakan voer, maka pakan tersebut habis dimakannya dan kotoran yang dibuang berwarna seperti voer. Untuk selanjutnya bisa diberikan voer secara terpisah dari bahan pakan lainnya yang berupa EF.

Pada fase ini, sebaiknya pemberian pakan berupa EF tetap disediakan sampai benar-benar burung mau mengkonsumsi pakan berupa voer sendiri. Walaupun burung sudah 100% mau mengkonsumsi voer, alangkah baiknya jika pakan EF tetap disediakan agar performa burung di dalam sangkar tetap terjaga dan berkicau seperti di alam bebas.
  • Mencampurkan kroto dengan voer. Langkah awalnya seperti diatas, namun penyajiannya berbeda. Kroto dan voer dibasahi dengan sedikit air agar bisa tercampur dengan voer. Pemberian campuran antara voer, kroto, dan air tersebut diberikan untuk satu hari saja. Untuk hari berikutnya sebaiknya mencampur lagi dengan bahan pakan yang baru, hal ini dikarenakan setelah voer tercampur dengan kroto dan air maka campuran tersebut mudah ditumbuhi jamur yang merugikan dengan indikasi awal akan muncul bau tengik dari campuran pakan tersebut.

Pola Pemberian Pakan Pada Burung Gelatik Wingko

Burung gelatik wingko bahan yang telah lancar memakan voer, maka perlu dibuatkan jadwal pemberian pakan atau sering dikenal sebagai istilah stelan. Pola yang baik untuk diterapkan dalam perawatan burung gelatik wingko bahan agar cepat beradaptasi dan mengeluarkan kicauannya seperti ketika di alam bebas. Pola yang telah dipakai adalah untuk pagi hari diberikan 2 ekor jangkrik dan pakan voer selalu ada. Saat siang hari sekitar jam 12 diberikan ulat kandang sebanyak 1 sendok.

Ulat kandang dipercaya mempunyai andil baik untuk semua jenis burung pamakan serangga jika diberikan setiap hari, bahkan efek samping dari pemberian ulat kandang hampir tidak ada. Pola ini sebaiknya diterapkan setiap hari.

Pada saat-saat tertentu burung gelatik wingko bahan (bakalan) memerlukan zat nutrisi lain seperti kroto dan kacang tanah untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Kroto tidak diberikan setiap hari walaupun kroto jika diberikan untuk burung gelatik wingko ini dapat memacu kicauannya.

Kroto mempunyai efek samping juga yaitu selalu ketergantungan dengan kroto, kroto juga dapat menyebabkan burung over birahi yang pada akhirnya burung tidak mau berkicau. Selain itu pemberian kroto yang berlebihan juga dapat menyebabkan bulu rontok (mbodol=jawa) karena pembeian kroto yang berlebihan. Kekurangan lainnya yaitu harga kroto di pasar sangat mahal.

Ulat hongkong juga bagus diberikan untuk selingan ulat kandang. Ulat hongkong yang baik untuk diberikan adalah ulat hongkong yang sedang ganti kulit dan berwarna putih. Pemberian ulat hongkong ini juga jangan terlalu banyak, karena bisa menyebabkan over heat dalam tubuh burung sehingga tidak sedikit burung yang diberi ulat hongkong terlalu banyak akan menjadi buta atau matanya rusak dan terjadi gangguan pada saluran pencernaannya.

Minum Yang Cocok Untuk Segala jenis Burung Berkicau

Semua jenis burung Berkicau memerlukan air minum untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Air yang higenis merupakan air yang terbaik diberikan untuk burung Berkicau peliharaan kita. Air minum sebainya dimasak terlebih dahulu agar terbebas dari berbagai penyakit. Mengkonsumsi air mentah akan menyebabkan penyakit antara lain burung akan diare, dan flu.

Air yang masih mentah jika diberikan dan disajikan dalam tempat air minum lama kelamaan akan muncul lumut dan akan mengganggu kesehatan. Air mineral pun juga baik jika diberikan.

Burung gelatik wingko suka mandi pada tempat minum jika air minum yang disediakan penuh. Burung gelatik mandi dengan menceburkan tubuhnya ke dalam tempat air minum dan secara otomatis kebersihan air minum sudah tidak memenuhi syarat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknnya air tersebut diambil dan mengganti air dengan air yang bersih.

Sangkar
Sangkar merupakan syarat yang harus ada dalam memlihara burung. Di pasar sangkar untuk burung gelatik wingko bervariasi dari ukuran, bentuk model, dan harganya. Idealnya ukuran sangkar untuk burung gelatik wingko tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar yaitu sekitar 30 cm x tingi 45 cm.

Untuk bentuk dan modelnya sesuai selera dan budget yang disediakan. Bahan sangkar bisa terbuat dari kayu dengan ruji bambu dan bisa juga terbuat dari anyaman ruji logam seperti jika Anda membuat sangkar lovebird.

Metode dan Syarat Memaster Burung Berkicau

Memaster burung berkicau tentulah memiliki metode atau cara yang tepat agar dalam proses pemasteran berhasil dengan baik. Saat mulai memasuki masa mabung merupakan waktu yang tepat untuk memaster, namun tidak menutup kemungkinan pada fase top form pun kita bisa memaster burung berkicau.

Syarat-syarat dalam memaster burung berkicau dengan media burung master yaitu burung yang dijadikan master merupakan burung yang sehat dan rajin berkicau, variasi kicau beragam, suara alami atau variasi, frekuensi berkicau tinggi, dan suaranya sedang atau tidak terlalu keras. 

Jika burung yang kita jadikan master mempunyai volume yang sangat keras, sebaiknya burung yang dimaster maupun yang dibuat.
Sebagai master diletakkan berjauhan, yang terpenting burung yang dimaster tersebut bisa mendengarkan kicauan burung master.

Syarat lainnya adalah antara burung pemaster dan burung yang dimaster mempunyai karakter suara yang mirip agar proses pemasteran berjalan dengan lancar. Pada saat pemasteran, burung yang dijadikan master satu jenis saja dahulu. 

Setelah burung yang kita master mampu menirukan suara burung master tersebut, kita bisa memberikan burung master lainnya. Burung yang dimaster sebaiknya dikerodong agar suasana di dalam sangkar lebih tenang dan burung yang dimaster dapat mendengarkan suara master dengan baik.

Barbagai Burung Berkicau Yang Bisa Dimaster

Terdapat bermacam-macam jenis burung yang dapat kita master dengan menggunakan burung gelatik wingko. Burung-burung itu antara lain burung kacamata atau pleci, jenis kacer (kacer poci, kacer jawa, dan anis merah), murai baru, kenari, jalak, cendhet, dan lain sebagainya.

Burung yang mempunyai koleksi kicauan dari burung lain mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi dari pada burung yang hanya mempunyai jenis kicauan yang standar.

Dalam suatu lomba atau kontes burung kicauan, burung yang telah dimaster dengan kicauan burung lainnya mempunyai nilai plus tersendiri. Juri lebih tertarik dengan  kicauan burung yang mempunyai kemampuan menirukan kicauan burung lain dari pada kicauan burung yang standar. Hal ini telah terbukti di berbagai event lomba di berbagai daerah.


Teknik ,Memaster Burung Berkicau Yang Cepat Ditirukan Burung

Agar dalam proses pemasteran burung berkicau bisa berjalan dengan optimal, maka sebaiknya kita memperhatikan waktu pemasteran. Waktu yang efektif dalam proses pemasteran adalah pada waktu burung yang dimaster sedang istirahat, siang hari di dalam rumah (sehabis mandi dan penjemuran) dan malam hari menjelang pagi (pukul 22.00-06.00).

Walaupun pemasteran sudah kita lakukan pada waktu-waktu efektif pemasteran, ada hal lain yang harus kita perhatikan, yaitu mengkondisikan burung yang akan dimaster setenang mungkin. Ini merupakan faktor penting keberhasilan di dalam proses pemasteran.

Yang harus dilakukan pada saat pemasteran berlangsung antara lain mengkerodong burung dan menjauhkan burung yang akan dimaster dengan burung sejenis atau burung lain. Fungsi dari mengkerodong burung di sini bertujuan menjadikannya agar diam dan beristirahat dengan tenang sehingga waktunya akan digunakan untuk mendengar suara-suara yang ada di sekitarnya.

Setelah kita menentukan waktu efektif burung untuk memaster burung, selanjutnya memperdengarkan suara master dengan volume kecil saja tetapi sangat jelas terdengar (tergantung dengan media pemasteran yang digunakan).

Jauhkan penempatan burung master atau sumber suara master denga burung yang akan dimaster. Suara burung master yang terlalu keras dan jarak yang terlalu dekat direkam oleh burung yang akan dimaster. Hal ini berpotensi dapat membua burung yang akan dimaster menjadi jatuh mental dan steress.

Memaster burung berkicau dapat dilakukan dengan menggunakan dua media, yaitu media burung dan media elektronik. Masing-masing media mempunyai kelebihan dan kekurangan dan bahkan bisa disebut saling melengkapi.

Memaster dengan Menggunakan media burung

Memaster dengan menggunakan media burung berkicau memang mempunyai keuntungan yang begitu nyata. Selain kita bisa menikmati kicauan burung master secara langsung, burung ini mampu membawakan nyanyian burung berbagai variasi saat burung tersebut berkicau sendiri maupun saat bertarung dengan burung yang sejenis.

Keuntungan lainnya adalah jika burung master memiliki variasi kicauan burung lain secara lengkap, maka dalam teknik memaster burung yang akan dimaster hanya butuh satu burung saja. Selanjutnya jika burung master akan dijual mempunyai maka akan laku tinggi karena kelebihan yang dimiliki burung pemaster tersebut.

Kekurangan dari memaster burung berkicau dengan menggunakan burung master adalah biaya produksi atau biaya perawatan burung menjadi bertambah. Penggunaan burung master hanya pada waktu siang hari, sedangkan pada malam hari burung pemaster istirahat secara otomatis tidak mengeluarkan kicauan. Padahal waktu pemasteran yang paling efektif adalah saat pagi hari dan malam hari.

Cara Memaster Burung Berkicau Menggunakan Media Elektronik

Memaster dengan menggunakan media elektronik seperti music box (kotak musik), tape, CD player, MP3 player dam lain-lain untuk mendidik sang burung kenari memang sederhana. Proses memaster dengan metode ini pun bermacam-macam di mana satu suara digital mampu diatur untuk mencakup semua burung yang akan dimaster di mana suara akan terdengar jelas walau tidak harus keras. Motede ini pun menuntut suara output digital yang bersih, jernih, berfrekuensi tepat dan mendekati kicauan burung aslinya.

Kelebihan memaster dengan menggunakan media elektronik antara lain saat memaster burung pada malam hari bisa dilakukan, murah, suara bisa diganti-ganti hanya dengan mengganti file master suara, dan kapan pun akan digunakan selalu bisa asalkan energi listrik yang dipakai masih ada. Suara yang dikeluarkan oleh media elektronik pun bisa diatur sedemikian rupa sehingga dalam proses pemasteran tidak mengganggu burung yang dimaster.

Kekurangannya adalah pada saat mengganti suara burung master lain perlu kita mengganti dengan kepingan CD lainnya atau dengan mengganti file harus melalui sebuah komputer atau handphone atau harus membeli CD suara burung master. Kekurangan lainnya adalah pada saat mencari file yang kita inginkan akan merasa kesulitan. Jenis suara yang dikeluarkan oleh barang elektronik tersebut adalah tidak berubah-ubah sehingga kemungkinan variasi juga kurang. Akan tetapi kita bisa melakukan proses perekaman pada burung yang mempunyai jenis kicauan yang variatif. Suara yang dikeluarkan oleh media elektronik juga belum tentu jernih seperti suara burung pada umumnya.

Cepat lambatnya burung yang dimaster untuk menirukan suara masternya sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya saja kecerdasan, tingkat kerumitan lagu, intensitas suara master yang terdengar dan dari master itu sendiri. Semakin rumit dan jarang lagu master terdengar maka akan semakin lama menirukan suara masternya, begitu pula kecerdasan dan pembawaan/karakter burung master akan mempengaruhi hasil lagu yang akan dibawakan oleh burung yang didik tersebut. Burung muda yang aktif biasanya mempunyai kemampuan menirukan suara master lebih cepat.